Self-defense :: UKM Aikido

Last update : 15/09/2010 11:07:44 AM

Visi
Sebagai wadah seni beladiri Aikido yang mengutamakan perdamaian sebagai filosofi dasar, perilaku rendah hati, kepedulian terhadap sesama, serta menjadi sarana untuk pembangunan moralitas dalam mewujudkan generasi muda yang tangguh, disiplin dan cinta damai.

Misi
merupakan sarana pelatihan dan pengembangan bakat generasi muda dalam seni beladiri Aikido melalui teknik dan filosofi dasarnya yang berpotensi untuk meningkatkan akhak dan budi, serta menciptakan solidaritas sosial yang peduli terhadap sesama.

Sejarah Aikido
Beladiri aikido adalah salah satu seni beladiri dari Jepang yang diciptakan oleh Morihei Ueshiba atau dikenal dengan sebutan O-Sensei.
Beladiri Aikido mulai masuk di Indonesia secara resmi pada tahun 1983. Beladiri Aikido ini bersifat non kompetisi, tidak dipertandingkan, berperingkat atau yang bersifat kejuaraan. Hal ini bisa dimaklumi mengingat bahwa Aikido adalah beladiri yang mengutamakan cinta kasih, perdamaian dan keharmonisan yang harus ditanamkan dalam setiap benak praktisi aikido.

Profile Aikido
Seni beladiri aikido tidak mengutamakan kekuatan fisik. Tua-muda, besar-kecil, pria-wanita, semua dapat mengikuti latihan aikido.

Beladiri seringkali dikaitkan dengan kekerasan sehingga membuat orang menjadi takut. Hal ini berlawanan dengan prinsip aikido itu sendiri yang didasarkan pada filosofi cinta kasih, perdamaian dan keharmonisan. Aikido menjunjung tinggi arti sebenarnya dari beladiri itu sendiri, yang terbagi atas 2 kata utama : Bela dan Diri. Dari ke-2 kata tersebut, beladiri pada prinsipnya ditujukan untuk membela dan melindungi diri sendiri, dimana jika dapat membela diri sendiri, maka ia sepantasnya barulah dapat membela dan melindungi orang lain. Aikido tidak pernah menganjurkan untuk dipelajari dengan niat dan keinginan untuk menjatuhkan ataupun melukai, sebaliknya sebagai suatu sarana untuk perlindungan diri (self protector), serta sebagai dasar pembentukan suatu keharmonisan pikiran dan jasmani didasari damai dan cinta kasih.

Pertanyaannya, bagaimana kita membela diri dengan ”kasih”?
Dalam prakteknya, teknik aikido ditujukan untuk menetralisir, memanfaatkan, ataupun membalikkan tenaga lawan. Dengan kata lain, semakin lawan berusaha menyakiti dan memperbesar tenaganya dalam hal tersebut, sebesar itulah yang akan diterimanya akibat ”pembalikan/konversi” energi dan tenaga kepada dirinya sebagai efek dalam teknik aikido sehingga ia akan kalah dan netral akibat serangannya sendiri. Hampir tidak ada sesuatu yang bisa disebut serangan dalam aikido karena aikido... tidak dipakai untuk ”menyerang”, tapi lebih ke arah ”menetralkan” serangan lawan.

Kegiatan/Latihan
Tempat  : Kampus Syahdan Hall lt.3  
Waktu   : Selasa dan Jumat, pkl. 18.00-20.00 WIB

Facebook Group:
Aikido Binus

USER LOGIN

Organization Sub Menu

SCDC Video

Pembukaan Porsinara 2010

View another video

Page:
1

BINUS EDUCATION