Monday, December 05, 2011
Ketekunan dan cita rasa seni tinggi mengantar Yohanes
Auri menjadi wirausaha sukses di usia muda. Keikutsertaan pada ajang
Wirausaha Muda Mandiri (WMM) menjadi titik tolak pengembangan usaha jasa
desain grafis yang dirintisnya sejak bangku kuliah.
Kreativitas
bisa lahir di mana pun, tak terkecuali di kamar tidur. Inilah yang
dialami Yohanes Auri, finalis nasional WMM 2010 asal Jakarta.Kamar tidur
di rumahnya yang berlokasi di Meruya Ilir, Jakarta Barat,menjadi saksi
bagaimana pria kelahiran 8 Februari 1985 itu berjuang merajut mimpi.
“Salah satu rumus saya dalam memulai usaha yaitu mulailah dari posisi di
mana kita berada. Lantaran waktu itu saya hanya punya sebuah kamar yang
dijadikan studio desaindansatukomputerbutut, ya saya mulai dengan itu,”
ungkap Auri,sapaan akrabnya, kepada SINDO akhir pekan lalu.
Saat
itu, 2004, Auri masih duduk sebagai mahasiswa jurusan Desain Komunikasi
Visual di Universitas Bina Nusantara Jakarta.Berbekal satu unit
komputer di kamarnya, setiap hari Auri mengutakatik peranti lunak
(software) yang biasa digunakan untuk desain grafis. Dari kebiasaan
itu,Auri membulatkan tekad membuka usaha jasa desain grafis. “Masalah
terbesar kalau mau memulai bisnis, orang selalu merasa dirinya tidak
bisa, masih terlalu muda, atau tidak ada modal. Saya berusaha mematahkan
bermacam alasan dan ketakutan itu dengan memaksimalkan taste desain
yang saya punya,” ucapnya.
Di sela kesibukan
kuliah, Auri lantas menjadi freelancer yang menawarkan jasa desain
grafis seperti pembuatan logo, brosur, dan company profile.Tak hanya di
kampus, Auri juga bergerilya menelepon satu persatu perusahaan dengan
harapan calon klien tertarik menggunakan jasanya. “Kerjaan apa pun saya
ambil yang penting bisa ngumpulin portofolio dulu,” kenangnya. Auri
menamai usaha pertamanya dengan nama “Flux Design”yang berkantor secara
lesehan di kamar tidur rumahnya.
“Flux” bermakna
perubahan terus menerus ke arah yang lebih baik.Filosofi inilah yang
dianut Auri dalam membesarkan usaha yang dirintis sendirian itu. Kendati
demikian, usaha menggaet klien tak semudah membalik telapak tangan.Auri
bahkan hampir putus asa manakala selepas kuliah pada Januari 2006, dia
menelepon dan mengirim faks ke 35 perusahaan, tapi tak kunjung mendapat
respons positif. Sindrom pengangguran yang identik hanya tidur, makan,
dan main pun menghantuinya.Auri yang mengaku doyan kerja ini merasa
jenuh jika kesehariannya hanya diisi kegiatan tidak jelas.
“Saya
berdoa,Tuhan kalau memang diizinkan saya untuk meneruskan perusahaan
ini, saya minta akhir bulan dikasih satu saja orderan. Kalau sampai
akhir bulan tidak dapat, saya akan melamar pekerjaan. Ternyata, tepat
tanggal 26 Januari 2006 saya dikasih satu orderan desain dari perusahaan
asosiasi banking,nilainya sekitar Rp15juta,”bebernya. Usai menggarap
proyek tersebut, orderan lain mulai banyak menghampiri.Dibantu seorang
desainer grafis,Auri meluaskan jaringan dan mulai memfokuskan sasaran ke
segmen korporasi seperti perbankan, asuransi, sekuritas, properti, dan
perusahaan lainnya.
Jasa yang ditawarkan antara
lain pembuatan logo,company profile, kalender, brosur, dan kebutuhan
alat promosi lainnya. Kelebihan yang ditawarkan adalah gaya desain yang
beda dan disesuaikan dengan imej perusahaan yang bersangkutan. Hingga
kini tercatat lebih dari 100 klien yang telah memanfaatkan jasa Flux
Design. Omzet perusahaan yang pada 2006 hanya Rp100 juta pun meningkat
menjadi miliaran pada 2010. Keikutsertaan pada ajang WMM diakui Auri
sangat bermanfaat dalam pengembangan usahanya. Saat itu Auri terpilih
sebagai finalis WMM 2010 untuk bidang usaha kreatif.
Sejak
itu Auri bersama finalis lainnya mendapat kesempatan mengikuti pameran
dan berbagai pelatihan serta seminar wirausaha yang diselenggarakan Bank
Mandiri. “Dalam pelatihan itu saya mendapat banyak pelajaran tentang
cara agar perusahaan kita menjadi world class.Misalnya, cara
memperlakukan klien dan yang terpenting adalah people, bagaimana
membangun orang di dalam perusahaan. Itu sangat berguna untuk diterapkan
di perusahaan,” tuturnya.
Seiring perkembangan
usahanya,sejak Februari 2011, Auri memindahkan kantor dari rumahnya ke
sebuah ruko tiga lantai di kawasan Perkantoran Kencana Niaga, Jakarta
Barat. Di lokasi yang sama, Auri juga mendirikan usaha digital printing
bernama “Maungeprint.com”. Di usianya yang masih tergolong muda ini,
Auri telah membuka lapangan kerja dengan jumlah karyawan tetap 16 orang
yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan suku bangsa.
“Dulu
waktu lulus kuliah, tugas saya di Flux Design rangkap lima, sebagai
bos,desainer, pemasaran, keuangan, sekaligus kurir.Kalau sekarang sudah
lebih jelas pembagian tugasnya seiring waktu dan dengan bertambahnya
jumlah tenaga kerja.Jadi saya bisa lebih fokus memikirkan bisnisnya
supaya target perusahaan tercapai dan menyejahterakan semua karyawan
saya,”tandasnya. Auri optimistis masa depan desain grafis di Indonesia
kian cerah.Terlebih, desain buatan orang Indonesia sesungguhnya sangat
bagus dan tidak kalah dibanding desainer asing.
Adapun
tantangannya adalah mempertahankan eksistensi dan kreativitas sekaligus
mencari ide-ide baru yang lebih segar dan lebih baik dari sebelumnya.
Di lain pihak,Auri menyayangkan masih banyaknya kalangan masyarakat yang
menilai karya desain grafis sebagai sesuatu yang kurang penting dan
mahal. Padahal, desain sebagai seni dan kreativitas sejatinya tidak bisa
dinilai dengan uang. Ke depan Auri berencana masuk ke pangsa pasar
internasional dengan cara mengikuti pameran di luar negeri.Ia juga
menargetkan untuk bisa menggaet klien dari perusahaan di luar negeri.
Dengan
kemampuan mendesain bertaraf internasional,Auri percaya diri bahwa
agensi lokal pun mampu bersaing dan menembus pasar internasional.“Saya
yakin kita bisa maju jika terus berkarya yang terbaik dan menjadi satu
kebanggaan lagi bagi saya dan bagi Indonesia tentunya,” tandasnya.
Wirausaha Muda Mandiri 2011
Sebagai
wujud komitmen untuk mengembangkan lebih banyak lagi bibit pengusaha
muda di Tanah Air, seperti Yohanes Auri, tahun ini Bank Mandiri kembali
menggelar penganugerahan WMM 2011. Pendaftaran WMM 2011 berlangsung
sejak Juli hingga hari ini, 30 November 2011, sementara penganugerahan
penghargaan akan dilakukan pada Januari 2012.Jika sebelumnya bidang
usaha yang dilombakan terdiri atas tiga kategori yakni
boga,kreatif,serta industri dan jasa, WMM 2011 terdiri atas empat
kategori meliputi industri, boga, kreatif, serta perdagangan dan jasa.
Program
lainnya yang juga ditujukan bagi bakat-bakat muda Indonesia adalah
penganugerahan Mandiri Young Technopreneur (MYT) 2011. Program yang baru
pertama kali digelar Bank Mandiri ini bertujuan memberikan apresiasi
bagi technopreneur muda yang telah menciptakan teknologi tepat guna
untuk kepentingan masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda untuk
terus menciptakan karyakarya teknologi terbaru untuk kemajuan bangsa.
Setiap
kaum muda usia 35 tahun atau kurang bisa berpartisipasi menjadi peserta
MYT 2011 dengan syarat memiliki prototype teknologi tepat guna dan
bersifat orisinal yang terdiri atas teknologi energi terbarukan,
penyediaan air bersih, dan teknologi informasi komunikasi untuk
kesejahteraan masyarakat. Pendaftaran MYT 2011 telah dibuka sejak Juli
2011 dan akan berakhir pada 18 Desember 2011.
Pada
Januari 2012 akan dilakukan penganugerahan penghargaan bagi enam orang
pemenang dengan total hadiah lebih dari Rp7,7 miliar.Informasi lengkap
mengenai WMM 2011 dan MYT 2011 dapat diakses melalui
www.bankmandiri.co.id link mandiri wirausaha. ● inda susanti
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/447444/
Return to previous page